10 Cara Mudah Jadi Penulis untuk Pemula

10 Cara Mudah Jadi Penulis untuk Pemula

Berikut ini adalah 10 cara paling mudah untuk menjadi penulis pemula.

1. Rajin Menulis

Pertama ya pasti kamu harus lagi mengasah kemampuanmu dengan menulis serta menulis. Bagaimana mungkin kamu dapat menghasilkan tulisan yang baik kalaupun menulis saja kamu malas? Menulis dapat dimana-mana, apa lagi di masa digital waktu ini, kamu dapat langsung menumpahkan buah pikiran tulisanmu di mobile phone yang kamu punya serta mengembangkannya jadi suatu tulisan yang utuh.

2. Gak boleh Takut untuk Memulai

Ke-2 , gak boleh takut untuk mengawali, tuliskan apa yang kamu pikirkan, tuang seluruhnya. Review lagi tulisanmu atau beri pada orang paling dekat untuk dia baca. Dari situ kamu akan tahu di mana letak kelemahan dari tulisanmu. Gak boleh takut untuk dinilai untuk soal yang lebih bagus.

3. Gak boleh Stop Belajar

Belajar apa? Ada banyak hal yang wajib didalami untuk jadi penulis. Pertama: Belajar tanda baca! Perihal ini dirasa sepele tapi rupanya tanda baca sangat perlu. Kapan titik, kapan koma, serta kapan mesti besar dan huruf kecil. Kedua: Belajar untuk membuat kata. Kata seperti apa? Bergantung sekmentasi buku apa yang kita tuliskan. Kalaupun fiksi memang harus ingin belajar berkhayal. Intinya ialah belajar untuk memperpanjang kata, contoh: “saya menghadap kebarat!” Kata itu mesti dibentuk menarik di saat kita menulis fiksi.

Seumpama dirubah dalam kata demikian: “Ketika awan diufuk barat mulai menguning, aku termenung terdiam memandang semburatan sinarnya, terpaku diam tak bergerak. Lidahku kelu serta hatiku beku. Otakku malas untuk beralih menghadap arah yang berlawanan”. Nah mengertikan maksudnya? Belajar untuk membuat kata. Gak sulit kok kalaupun kerap diterapkan. Ketiga: Belajar membaca, lah kok malahan belajar membaca? Ya iyalah, dengan membaca kita akan kaya dengan bermacam ragam buah pikiran serta pandangan.

4. Perhatikan Kebijakan Penerbit

Penerbit mempunyai sejumlah kriteria untuk mengeluarkan suatu naskah. salah satu hal yang paling kerap jadi fakta penerbit tidak mengeluarkan naskah kita ialah masalah pasar. Pasar yang menentukan serta penerbit tentu saja punyai penglihatan khusus dari pada apa yang disebut pasar. Penyakit penulis pemula ialah rasa optimis yang terlampau tinggi. Mereka memandang tulisannya ialah kreasi terhebat serta akan menajdi kreasi yang bestseller! Tapi jangan salah! Itu penyakit penulis pemula. Egois! Apabila pengin mengeluarkan buku, semestinya sharing-lah dengan editor. Rata-rata apabila ketarik dengan naskah atau model tulisan kita, penerbit akan memberi banyak input. Juga seringkali penerbit yang memesan sebuah tulisan di salah satu penulis yang dia anggap memiliki kepribadian serta memiliki model tulisan yang unik dan MENJUAL. Apabila penerbit punya anjuran serta buah pikiran, semestinya pertimbangkan serta ikuti.

5. Tidak Gampang Putus Harapan

Tidak boleh putus harapan apabila naskahmu tertolak penerbit! Karena apa? Karena tidak sama dengan obyek naskah yang dicari oleh penerbit. Apabila tertolak oleh penerbit A, belum pasti naskah kita akan tertolak oleh penerbit B. Maka itu janganlah segera putus harapan apa lagi bunuh diri lantaran naskah kita di tolak. Ada beberapa ratus penerbit di indonesia yang siap mengeluarkan buku-buku kamu. Malahan penolakan-penolakan itu bikin kamu belajar untuk membetulkan tulisanmu.

6. Agar Tidak Mati Inspirasi

Menurut Endik Koeswoyo, pertama: yakin! Kita mesti yakin di saat mendapati inspirasi serta mau menuliskan buah pikiran itu. Kedua: Ritme penulisan mesti betul. Intinya hilangnya inspirasi dipicu pola menulis yang keliru. Umpama, kita semalam sehari hadapi computer untuk menulis. Pastilah inspirasi akan habis. Tekniknya? Apabila strategi satu novel dengan tebal 150 halaman mesti usai dalam 1 bulan. Apabila satu hari menulis 10 halaman, maka dalam 15 hari saja novel itu usai. Kapan kita menulis? Bangun tidur 3 halaman lalu mandi serta menulis kembali 2 halaman, setelah itu melakukan aktivitas, main, sekolah, belajar dsb. Pengin tidur 5 halaman. Selesailah 10 halaman dalam waktu 24 jam. Ketiga: Saat menulis trus blank? Berhenti sajalah menulis, review lagi catatan yang pernah dibentuk soal inspirasi dasar narasi itu. Apabila masih blank , lakukan kegiatan lain. Keempat: Mengunci inspirasi itu sendiri. Inspirasi hadirnya dapat setiap saat. Tapi apabila inspirasi datang terus-menerus? Lupakan yang lain serta pusatkan di satu buah pikiran yang tengah kita tuliskan.

Jasa penulis artikel

7. Membaca Pasar

Membaca pasar tidaklah pekerjaan penerbit doang! Rupanya penulis harus hukumnya untuk jalan-jalan ke toko buku serta memandang buku apa yang paling laku. Apabila topiknya sama dengan yang kita tuliskan, saya yakin semangat akan kembali lagi membara. membaca pasar sesungguhnya simpel, dapat langsung ke toko buku atau bertanya di rekan atau baca informasi. Tidak cuman untuk tumbuhkan semangat, membaca pasar akan membuat kita berasa bertambah percaya diri. Lantaran obyek yang kita tuliskan kembali disenangi banyak orang. Apa lagi saat ini teknologi bertambah canggih, kamu dapat melihat di jejaring sosial banyak penerbit indonesia, buku-buku apa yang kembali best seller.

8. Menjalin Hubungan Dengan Editor

Janganlah dianggap mudah yang namanya editor. Kalaupun kita pernah bertemu, tukeran email atau nomor telepon maka ingat untuk menyapanya. 1 minggu sekali barangkali saat yang cocok. Bertanya berita atau memberitakukan kemajuan terkait buku yang tengah kita tuliskan. Simpel saja initinya. Factor korelasi akan tumbuhkan rasa simpati serta menghargakan. Editor manusia juga kok!

9. Belajar Dari Pengalaman

Darimanakah narasi bagus itu tampak? Pengalaman dari fakta yang digaungkan dengan imajinasi. Belajar pengalaman dari memanglah berfaedah dalam segalanya. Masalah cintapun, kalaupun belajar pada pengalaman rasa-rasanya kita tidak akan rasakan sakit yang kedua kali. Menulispun juga demikian. Pengalaman ialah guru terhebat, namun pengalaman seseorang ialah guru paling baik. Apa yang dapat kita lakukan dengan pengalaman dalam dunia tulisan? banyak sekali! Apabila ini hari kita tidak dapat menulis 10 halaman, cari tahu apa pemicunya. Revisi diri serta hindarilah melakukan hal yang sama.

10. Melihat Hasil Finasial ke Depan.

Mengapa cara ini perlu diperhitungkan? Manusia ialah manusia. Tak bisa kita tidak perlu uang untuk tetap bertahan hidup. Menulis, meskipun tidak banyak -sebagian memanglah menciptakan uang yang paling banyak- tapi hasilnya dapat dikatakan lebih dari cukup. Contoh: JK Rawing, penulisnya Harry Porter sempat pengin bunuh diri saat sebelum jadi penulis, lantaran ia benar-benar miskin. Saat ini? Ia jadi penulis paling kaya di dunia. AAC? Taukan Ayat-Ayat Cinta? Novelnya bestseller, filmnya? Meledak dibioskop! Belum pula Andrea Hirata, Dee Lestari, serta jejeran penulis yang lain yang berhasil dengan buku-buku yang ditulisnya serta sejumlah diangkat ke layar-lebar.

 

Bagaimana? Pengin menjadi penulis profesional? Kelihatannya sejumlah unsur utama buat kamu pertimbangkan matang-matang. Jadi penulis bukan sekedar menciptakan kreasi buku saja lho! Namun juga penulis skenario film, penulis puisi (penyair). Lingkupnya benar-benar luas. Yok menulis!