4 Komposisi Kerjasama Kontraktor yang Umum Diterapkan Dalam Pekerjaan Konstruksi

Seiring dengan proyek pemerintah untuk membangun rumah rakyat atau rumah murah bagi masyarakat, maka tidak heran jika saat itu ada banyak sekali dibangun perumahan murah. Tentu sekadar, bisa dikatakan ini adalah hal positif bagi pengatur kontraktor rumah.

Sistem Permufakatan Pemborong

Berbeda dengan pemilik proyek, kontraktor adalah pihak yang mengeksekusi proyek pembangunan sampai terealisasikan sesuai rencana yang dimiliki pemilik proyek ataupun developer (pengembang). Sebuah perusahaan kontraktor, bisa mengeksekusinya otonom, atau mungkin mengontrak subkontraktor yang mengerjakan proyek ini untuk mereka.

Sudah tentu, project pembangunan bagi kontraktor rumah murah bukanlah hal sedang. Harus ada kepastian kontrak dan kejelasan hukum untuk semua pelaku proyek gedung.

Jenis Sistem Permufakatan Pemborong

Umumnya, jenis sistem sikap sama antara pemilik proyek (pengembang) dengan kontraktor diklasifikasikan menjadi empat model, yakni:

1. Sistem Borongan Full

Dikenal juga dengan sebagai sistem borongan kontraktor. Pada metode ini, pemilik proyek menyerahkan seluruh keperluan dan kebutuhan pembangunan ke tangan kontraktor rumah murah. Sejak pembelian bahan baku, ladenan kirim dan ongkos mematok. Cara ini membuat semua pekerjan lebih ringkas, sebab pemilik proyek cukup mengetahui beres. Oleh karena tersebut, sistem ini termasuk yang sering digunakan dalam pekerjaan kontraktor.

2. Sistem Sekalian Upah Komitmen

Pada sistem kerjasama ini, kontraktor seharga menyediakan jasa pembangunan dan pemasangan material bangunan sekadar. Sementara penyediaan bahan dan segala ongkos transportasi yang harus dikeluarkan, diurus sama pemilik proyek. Diperlukan pas banyak komunikasi antara pencedok dan kontraktor, untuk mengasi bahwa berbagai bahan dan material yang dipilih sama pemilik bangunan dapat diaplikasikan sesuai keinginan oleh kontarktor.

3. Sistem Komisi Pemborong

Pada sistem kerjasama itu, diperlukan kesepakatan di awal, mengenai besar bagian kedua belah pihak dari prosentase nilai total dari segala anggaran pekerjaan. Setiap pekerjaan yang sudah diselesaikan, maka pihak kontraktor rumah murah akan mendapatkan komisi sesuai presentase yang lebih disepakati,

4. Sistem Upah Koran

Pada sistem borongan, seharga pekerjaan yang sudah selesai yang akan diperhitungkan. Beda halnya dengan sistem upah harian. Dengan menggunakan sistem itu, maka kontraktor akan dibayar berdasarkan hari kerja yang dilakukan. Semakin lama waktunya, semakin besar biayanya.

Sambil karena itu, sistem upah harian hanya cocok dilakukan jika pemilik proyek ataupun pemilik rumah yang suka dibangun, dapat mengawasi pekerjaan kontraktor rumah setiap hari. Baik oleh pemilik proyek sendiri, atau menunjuk faksi pengawas yang akan dapat dipercaya. Hal ini untuk menghindari adanya permainan pegiat yang sengaja bekerja secara lambat untuk mendapatkan upah lebih.

Selain itu, pencedok proyek juga harus mengasi bahwa seluruh suplai bakal bangunan dapat berkesinambungan. Supaya tidak terjadi tertundanya pekerjaan karena keterlambatan matrial gedung, yang pada akhirnya memproduksi anggaran jadi membengkak.