5 Prinsip Desain Grafis Untuk Hasilkan Karya Visual Paling Keren!

Desain Grafis

Terkadang desainer pemula belum paham prinsip desain grafis agar hasil desain maksimal dan membuat banyak orang kagum. Sejatinya, prinsip desain grafis harus diperlajari karena menjadi acuan menciptakan desain secara maksimal. Hal itu karena mengandalkan kemampuan mengoperasikan sofware grafis belum menjamin desain yang dihasilkan berkualitas dan profesional.

Prinsip Desain Grafis Penentu Keberhasilan Desain

Selain itu desainer harus mampu mengolah prinsip-prinsip desain agar tidak mengecewakan klien. Tentunya karya desain harus proporsional baik secara estetika dan efektif dalam menyampaikan pesan yang baik melalui karya desainnya. Mengingat desainer muda dan berbakat bermunculan, dibawah ini ada 5 prinsip desain grafis yang harus diketahui, diantaranya adalah:

1. Keseimbangan

Desainer harus mampu menyeimbangkan keseluruhan komponen desain agar proporsional. Untuk itu antara tulisan, gambar maupun warna harus seimbang agar tidak muncul kesan berat sebelah. Hal itu akan menyuguhkan tampilan yang menarik, misalnya tatkala membuat desain gelang tiket wristband yang tengah marak digunakan. Secara tidak langsung, tampilan dari gelang tersebut setelah selesai dibuat akan tampak menunjukan setiap elemen visualnya secara jelas.

2. Kesatuan

Kesatuan termasuk prinsip desain grafis yang berfungsi menciptakan keserasian sebuah desain dan membuat desain tampak stabil. Dengan begitu desain akan lebih menarik dan tidak monoton karena dapat diubah unsur-unsur grafisnya sesuai prinsip desain grafis. Misalnya perubahan warna perubahan ukuran yang dapat ditambah atau dikurangi agar unsur tampilan desain terasa mengisi satu sama lain.

3. Penekanan

Penekanan atau emphasis berfungsi menonjolkan salah satu elemen visual agar menarik audiens. Misalnya memberikan gambar atau ilustrasi yang besar, warna yang mencolok atau kontras dan lain-lain. Sebagai contoh lagi untuk pembuatan desain gelang wristband, maka aturlah warna dan tulisan yang membuat audiens secara cepat bisa menangkap informasi penting yang dicantumkan seperti kelas peserta apakah umum atau VIP, dan sebagainya.

4. Irama

Irama atau ritme termasuk prinsip pembuatan desain yang mengatur pengulangan variasi dari komponen desain grafis. Tujuannya menciptakan pengulangan unsur visual dengan jarak tertentu agar menciptakan tekstur desain yang sedap dipandang mata. Misalnya pengulangan perubahan bentuk, posisi, ukuran pada irama.

5. Proporsi

Prinsip desain grafis proporsi berfungsi untuk mengubah ukuran atau size tanpa mempengaruhi ukuran lebar, panjang dan tinggi area desain. Tentunya hal ini memudahkan desainer agar tidak menjadi kendala dalam pembuatan desain karena gambar yang dirubah terlihat distorsi. Misalnya tatkala konsumen pemesan gelang tiket wristband ingin merubah ukuran karena tidak sesuai keinginan, maka desainer akan merubahnya sesuai kemauan konsumen tanpa mengulang desain dari awal. Hal itu karena proporsi termasuk perbandingan dimensi hubungan dalam skala antar elemen.

Prinsip-prinsip desain grafis memang sangat penting untuk desainer menghasilkan karya desain yang berkualitas. Selain itu dengan menggunakan prinsip ini membantu desainer agar desain yang dibuat mudah dipahami oleh audiens. Untuk itu ke 5 prinsip desain diatas harus dipahami dengan baik agar kreativitas pembuatan desain semakin mumpuni.

 

About The Author